Tampilkan postingan dengan label My Word. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label My Word. Tampilkan semua postingan

Rabu, 25 September 2013

KAU DAN KALIAN

19 Juli 2013, Jum'at

Kau adalah Khayalan yang kuciptakan sejak dulu
Menemani disetiap detik saat aku sendiri
Datang mewujudkan semua mimpiku,inginku,harapku
Aku tak pernah kecewa pada apapun hal buruk yang terjadi
karena kau kan datang menggantinya dengan senyuman
Itu dulu sejak pertama kali aku mengenal sendiri
Bertemu sepi

Nyata menjadi mimpi, sebuah khayal yang kubikin sendiri
Membunuh waktu mencipta plot-plot cerita dalam benak
Mimpiku hanya tentang kamu dan kalian
Cita-citaku kemudian hanya ingin bertemu kamu dan kalian
Aku tahu kau tidak nyata, kalian juga
Tapi cita-citaku membuatmu jadi nyata, hidup dan ada

Suatu masa aku menjauh darimu dan kalian
Aku hidup dalam nyata
bertemu orang-orang dan punya cerita
mengganti kau dengan dia, mengganti kalian dengan mereka
aku tak punya waktu lagi untukmu apalagi kalian

Ternyata hanya sebentar hanya beberapa tahun saja
Dia dan mereka sama fiksinya dengan kau dan kalian
bahkan dalam nyata aku tak punya cita-cita
kehidupan nyata yang tak menarik

Kini detik ini kau dan kalian kembali dalam hidupku
tapi hanya tetap mimpi yang tak pernah nyata
kau menemaniku berlari menghindar dan sembunyi
bukan lagi penolong penyemangat atau penghibur

Apa yang membuat kalian kembali?
Sendiri?
Sepi?
Mimpi?
Atau kenyataan yang tak pernah akan membuatku kembali?

(About DIFTA)

Selasa, 25 Juni 2013

for Yureizia

Tuhan..aku tau dia tlah menjadi milik orang lain
aku tak meminta padaMu untuk menjadikannya milikku..
aku tak pantas memintanya..
aku juga tak pernah meminta padaMu agar dia mencintaiku...
Engkau lebih tahu ya Allah bgaimana perasaanku padanya..
engkau tahu setiap desir hatiku saat mengingatnya..
engkau lebih tahu alasan kenapa air mata ini jatuh saatku melihatnya..
engkau lebih faham kenapa aku bgitu kehilangan dia..
engkau lah yang mencipta rasa ini semakin kuat padanya..
engkau dengar setiap doaku untuknya..

aku tak pantas meminta dia untukku
karena Kau telah mengaturnya sbelum aku lahir..
untuk siapa dia dan untuk siapa aku

betapapun aku tak berhak
aku selalu meminta Kau memberi dia Taufiq dan hidayahMu ..
betapapun aku bukan yg dia anggap
aku selalu memohon Kau limpahkan rahmaMu untuknya..

bukan aku protes padaMu karena tlah menjauhkan dia dariku
bukan aku keras tidak mau menerima kenyataan
bukan aku menggugatMu untuk mengembalikan dia padaku
aku tak mau menjadi hambaM yg melampaui batas
aku tau Kau benci hambaMu yg berlebihan

lepaskanlah hamba dari semua ini
aku tak berdaya dan dia pun tak pernah peduli padaku
hanya engkau ya 4llah yg bisa
membuatku tenang melihatnya meski jauh atau dekat

sampaikanlah sejuta sayangku untuknya

Bintang

Aku mengenalmu karena kau temanku.
Aku menyukaimu karena dirimu yang beda.
Nyatanya aku hanya bisa mengagumi, menyukaimu seperti aku mengidolakan bintang2 yang lain.
Caraku menyukaimu Seperti Aku menyukai Jo in seong,So ji sub,Lee min ho,Kimura Takeshi, Rain, Park yong ha atau seperti aku menyukai Tom Cruise atau Rhicard gere. 
Meski kau temanku dan aku bisa menyapamu kapan saja tetap saja kau itu bintang. Kau sama dengan nama2 diatas sana,tak mengenal siapa aku yang menyukaimu.
Maka tak heran jika aku mimpi bertemu denganmu karena aku juga sering bermimpi pergi ke korea menemui aktor idolaku.Mungkin Kau hadir dalam tidurku karena kau masih tersimpan dalam memori otakku.
Miss u my friend,You will never know about me. Kecuali hanya bahwa aku siti Fuzi temanmu waktu dulu.

Curhatku padaMu

ingin kuberitau mereka bahwa aku dalam kesakitan,kesulitan,kesedihan dan kebingungan.tapi apa yg bisa mereka lakukan untukku?
kipas angin hanya bisa nengok kiri kanan dgn kaku.cermin hanya bisa memantulkan wajahku.bahkan gajah tak bisa mengandalkan telinganya yg besar.kodok ijo juga hanya bisa terus nyengir meski dia terjepit atau dalam kegelapan. dedaunan hanya bisa memberi sinar dalam gelap hanya untuk sesaat.
Langit tak memberi cerah, dia menghalangi langkahku dengan memberi hujan yang mengiringi air mataku.
aku tahu Kau tahu tanpa aku memberitahuMu.Tak ada yang bisa menolongku kecuali Engkau. tapi aku malu jika harus meminta padaMU.Karena terlalu banyak kasih sayang yang Kau berikan tapi aku tak bersyukur atasnya.

first love

Cinta itu tidak benar benar hilang apalagi mati
aku hanya menguburnya dalam dalam
sangat dalam hingga tak terasa lagi.

waktu dan jarak telah menempatkan cinta itu tersimpan paling bawah diantara cinta berikutnya
dia datang paling pertama dan mungkin menjadi paling terakhir pergi.

Rindu ini hanya  setetes saja adanya
tapi dia jatuh setiap menit dalam bertahun-tahun waktu berlalu
sehingga menjadi bah yang siap menghancurkan bendungan perasaan

For mybest friend

Sobat,mungkin kalian bosan mendengar keluhanku
mungkin kalian jenuh jika aku bercerita tentang dia yang ada dihatiku.
Kuadukan  tentang dia meski  bagimu itu bukan hal penting
saat ku rindu, sedih, bahagia, resah, kalian yang selalu mendengarku
kupaparkan hari--hari yang kulalui dan masa depan yang kuimpikan
Mungkin kalian muak,bosan, malas, saat aku mengirim pesan sepele.
Tapi Kau harus tahu satu, bahwa aku tidak begitu.
Aku tak akan pernah malas, bosan, cape apalagi muak mendengar dan membaca semua yang kau ceritakan padaku.
Aku akan selalu siap kapanpun saat kau butuhkan.
Di sini untukmu, selalu, sampai kapanpun

Kamis, 31 Januari 2013

Titik


Dan aku kembali ke titik itu.
Setelah melewati semua waktu yang terbuang untuk bertahan dan berjuang.
Semua menjadi sia-sia karena aku kembali ke titik itu.
Meski sempat tertawar harapan dan mimpi baru tapi aku kembali ke titik itu.
Apa mungkin semua tawaran itu gagal yang menyebabkan aku kembali ke titik itu.

Titik itu menemani tanda seru dan tanda tanya tanpa memberi jawaban.
Titik itu membuatku tak berpijak pada kenyataan lalu membuatku mati.
Mati rasa, mati hati, mati jiwa, mati cinta.
Titik itu sangat kecil dan jauh tersimpan tapi mampu menghancurkan semua rencana yang kubangun dan kususun dengan rapi.

Lalu apakah titik itu?
Titik itu adalah tanda aku tidak bisa bersyukur atas apa yang Allah berikan.
Titik itu adalah simbol bahwa aku tak mampu ikhlas atas apa yang Allah rencanakan.
Titik itu manusia.
Titik itu khayalan
Titik itu kenangan
Titik itu harapan
Dan titik itu tercipta untuk mengakhiri semua kalimat yang telah aku tulis.
Titik itu berakhir bukan lagi titik titik.

Jumat, 19 Oktober 2012

Cinta Sepihak


Bertepuk sebelah tangan itu memang menyakitkan.
Setiap aku melihatnya aku bahagia
meski terkadang menyelinap rasa sedih yang tak jelas.
Jika aku jauh dengannya ada sebuah rasa dalam dada, ingin bertemu, teringat dia, ingin bicara.
Tapi tahu kah?
semua rasa itu bukanlah indah, melainkan menyiksa.
Jatuh cinta sepihak itu menyakitkan.
Jika rindu, tak bisa mengatakan aku rindu,
tak punya alasan untuk menelpon,
tak bisa meminta untuk bertemu,
maka rindu itu menjadi terasa sakit dalam dada,
 membuat limbung perasaan.

Kamis, 18 Oktober 2012

Proses

Butuh beberapa kalimat untuk membuat paragraf.
Butuh minimal 2 kata untuk membuat kalimat. 
Dan butuh minimal 2 huruf untuk membuat sebuah kata. 
huruf-huruf itu harus disusun sedemikian rupa agar bermakna.
Akan ada detik sebelum menit.
Menit-menit bertambah menjadi jam.
Jam bertambah menjadi hari.
Hari berjumlah menjadi bulan,
tahun,
dekade,
abad.
Semuanya butuh sebuah tahapan yang terkecil untuk menjadi yang terbesar.

Kamis, 16 Agustus 2012

Tanyakan padaku

Aku tak bisa menjawab saat kau balik bertanya
"suka gimana maksudnya"?
Karena aku sendiri masih bertanya kenapa, bagaimana, mengapa?
Aku menyukaimu lebih dari sahabat.
Aku tak ingin jatuh cinta padamu lebih jauh.
Berusaha sebisa mungkin hanya sebatas suka.
Tapi semakin aku mencoba menghapus dan menjauh
namamu malah semakin lekat dihatiku, bahkan berlebih dekat.
kini bukan hanya sekedar kata tanya "apa mungkin kau juga suka?"
sikapmu, tingkahmu berpengaruh dalam hariku
Lalu apa yang harus kulakukan.
tak ada lagi yang bisa kutanyakan padamu.
Karena aku takut jawabannya tak sesuai yang kuingin.
Aku hanya ingin menjawab tanpa harus bertanya.
dan hanya menunggu satu satunya jalan terakhir
meski aku benci menunggu.
Menunggu dan melihat akan kemana Tuhan melemparku.
dan sebenarnya bait tulisan ini juga percuma
meskipun kau berulang kali baca,
kau tidak akan mengerti makna semua ini
aku tahu karena kamu tidak peka.

Minggu, 18 Maret 2012

A different masterplan


kata mereka ' it's our masterplan', sebuah rencana meraih mimpi
mereka mewujudkan mimpi mengelilingi dunia dengan ilmu dan keberanian yang dimiliki...
lalu dengan apa aku ikut serta,..
menangis karena iri..
tak ada yang kubisa, tak ada yang kupunya atau mungkin terlalu banyak bermimpi
mimpi mimpiku satu persatu jatuh menjadi sebuah bualan yg tak berharga..
omong kosong

meski lambat dalam langkah aku tak akan menyerah
meski butuh beribu waktu aku kan tetap maju
meski hanya dunia kecil yang tak diketahui, ku kan tetap arungi

kembali melihat layar hitam
layar yang dipenuhi garis lurus, melengkung bahkan tak beraturan
mimpi dan dunia yang kukelilingi ada di situ dalam sebuah bentuk 2 dimensi
bergerak ke kiri dan ke kanan, berputar, bercermin dan berbalik, masih tak beraturan
sampai kapan kebuntuan ini terjadi, apa aku yang terlalu bebal
hanya beberapa jam waktu tersisa untuk sebuah pembuktian bahwa aku ikut serta
mengakhiri note dengan sebuah ucapan untuk diri sendiri
"betapa diri ini tidak ada apa-apanya dibandingkan mereka, bahkan jika hanya dibandingkan dengan kawan di sekelilingku"
kembali menekuni yang kusebut siteplan
sebuah masterplan dalam duniaku

Jumat, 16 Maret 2012

Tanpa makna

Masih dalam beku air mata, menatap dunia yang begitu sempit
Dalam ruang yang tak bersudut menapaki langkah yang selalu abu
terpejam menari melagukan lagu semu hening nan mendayu
samar dalam buram entah apa yang dikata
tanpa makna tanpa isi tanpa bunyi

Rabu, 07 Maret 2012

Kalimat itu

ketika kalimat itu terucap dari mulut mereka
Ada sedikit perih dalam hati saat harus menjawab tawaran itu
Aku tahu mereka menyayangiku, peduli dan perhatian
Lalu Kenapa aku selalu menjawab dengan menangis
Hati dan jiwaku tiba-tiba hancur
benar-benar terasa luka hati ini
Egoku berteriak dengan suara yang tak terdengar
Aku tak mau ditawari atau ditunjukan
aku ingin mendapatkannya sendiri meski sulit
Sebuah Kesombongan tiada akhir
Haruskah kukatakan pada mereka bahwa aku yang disayangi mereka telah menjadi gila

Tentang gila, aku teringat akan Heidi,juga Difta
Apa mereka salah satu alasan kenapa aku sendiri sampai detik ini?
Terlalu lama aku bersama mereka hingga tanpa sadar menjadi tua
terlalu mesra dengan khayalan hingga tak mengenal sekelilingku
Setiap waktu aku menunggu hadirnya difta, atau cukup hanya Heidi saja
Namun sampai sejuah ini Difta tak pernah hadir dalam nyata
aku terus menciptakan heidi heidi yang lain untuk mengobati sepiku
tapi dunia membangunkanku bahwa hidup tak pernah bisa semudah yang diinginkan

Lalu aku teringat ibu
yang menyayangiku dan menghkawatirkanku
tak ingin aku membuatnya terlalu lama menunggu
pencarian tenangku dibuat menjadi cepat karena penantian ibu
demi waktu yang tak pernah kompromi dengan siapapun
aku membuat luka dalam hati ibu jika terus mencari sendiri

Lalu Allah yang Maha Pengasih
Dimanakah adam yang kucari itu
Meski Aku melihatnya dengan hati
kurasa Adamku sedang mendekat padaku dan menujuku
Adakah aku harus menyerah dan berjalan tanpa hati
menyambut adam yang dibawa mereka
Katakan padaku hingga tak ada yang terluka
baik aku, dia, dan mereka

Sabtu, 12 November 2011

???????

Tanya – tanya

Apa, siapa, mengapa?

Kenapa, bagaimana,?

kapan, dimana?

Tanya itu menggangguku

Bertanya tiap menit hingga mendesak detik

Tanya itu menjadi tak tertampung

Tanya yang tak bisa ditanyakan

Tanya yang tak kan pernah ada jawabnya

tanya yang sulit diungkapkan

atau belum pantas dilontarkan

kemudian tanya-tanya itu berulang menggoda

ku hanya menunggu waktu tanpa bertanya

menanti jawaban tanpa ada tanya

Jakarta, 01/11/2011

What kind of feel is this?

kutanyakan dengan tanda tanya, jawaban masih berupa tanya

kulihat dengan nyata, diterjemahkan air mata

rasa yang menyelinap dalam perasa tercipta tanpa aba-aba

sejenis apakah yang kurasa masih tak bermakna

Controlize, determinate, delete or end , some words that i can't do

I can do nothing about this feel

Friday, November 4, 2011

Jumat, 22 Juli 2011

Senja



Aku tidak suka senja, rasanya tidak nyaman.
Jika aku tidak bisa mendapatkan pagi yang cerah, maka aku akan memilih malam yang gelap.
Bahkan aku lebih memilih hari yang panas dibanding senja.
Senja itu begitu muram , langitnya tidak hitam atau putih.
Warnanya tidak jelas mau seperti apa, gelap atau terang, dia buram seperti ragu ragu.
Senja mampu merobek hatiku sangat dalam dan membiarkan air mata ke luar tanpa sebab.
Semuanya menjadi terasa menyedihkan.
Jika seorang yang patah hati menangis maka dia akan menangis dalam senja.
Jika ada sebuah perpisahan, akan terasa sedih dalam waktu senja.
Senja hanya datang sesaat tapi dia bisa membawa dampak yang sangat lama.
Suara –suara nyanyian dalam senja menjadi sangat indah dalam sekejap tapi itu pun tanpa rasa.
Angin dalam senja enggan datang kecuali hanya menyentuh tanpa menggoyahkan.
Jadi jangan kau biarkan aku menanti dalam senja.
Senja cepat menemui malam, sedang kau tak pernah datang.

Bertahan Dalam Jenuh



Hidup itu tak seperti nonton drama,
Dia hanya tetap berjalan tanpa bisa kau hentikan
Tak ada playback yang memungkinkan kita mengulang kejadian yang terlewati
Tak mungkin mengintip apa yang terjadi selanjutnya melalui forwad atau next
Tak bisa di pause sejenak untuk melihat lebih jelas atau menunggu waktu
Tak bisa pula berhenti sesuai kehendak kita dengan tanda stop
Tidak hanya 20 atau 50 episode melainkan bisa menjadi 30 atau 70 tahun

Harus tetap berjalan meski terasa bosan
Harus tetap diarungi meski terasa berat
Tetap bertahan dalam jenuh